> For the complete documentation index, see [llms.txt](https://docs.watzap.id/help/llms.txt). Markdown versions of documentation pages are available by appending `.md` to page URLs; this page is available as [Markdown](https://docs.watzap.id/help/integrations/integrasi-dengan-woocommerce.md).

# Integrasi dengan WooCommerce

Dengan integrasi ini, toko Kamu mengirim pesan WhatsApp otomatis ke pembeli setiap kali status pesanan berubah, mulai dari setelah checkout, menunggu pembayaran, diproses, selesai, sampai dibatalkan atau direfund. Kamu juga bisa membuat rangkaian **Follow Up** untuk pesanan yang belum dibayar dan menerima **notifikasi ke nomor penjual** setiap ada pesanan masuk.

**Ringkasan alur** (sekitar 20 menit):

1. Pasang WatZap dan hubungkan akun. Ini cukup sekali untuk semua integrasi.
2. Pastikan WooCommerce aktif.
3. Aktifkan dan tulis pesan per kejadian di **WatZap » WooCommerce**.
4. Atur Follow Up, notifikasi penjual, dan pengaturan nomor.
5. Uji coba.

Untuk gambaran umum, Kamu bisa cek video berikut. Tampilan di video masih memakai plugin versi lama, jadi ikuti langkah tertulis di bawah untuk plugin versi terbaru.

{% embed url="<https://www.youtube.com/watch?v=x18ZTHTEcE4>" %}

{% hint style="info" %}
Panduan ini untuk plugin **WatZap.id versi 1.1.0** ke atas. Jika layar WooCommerce di plugin Kamu masih berupa accordion "After Checkout" dengan tab **API Key**, berarti plugin Kamu masih versi lama. Perbarui dulu lewat [Memasang Plugin WatZap di WordPress](/help/integrations/memasang-plugin-watzap-di-wordpress.md).

Bahasa plugin mengikuti bahasa WordPress Kamu. Panduan ini memakai label Bahasa Indonesia, dengan padanan bahasa Inggrisnya dalam kurung.
{% endhint %}

## Istilah yang akan Kamu temui

* **Kejadian**: momen yang memicu pesan, misalnya status pesanan berubah menjadi *Processing*. Tiap kejadian punya pesannya sendiri dan bisa dinyalakan atau dimatikan.
* **Kanal Reguler** dan **Official (WABA)**: Reguler mengirim teks bebas dari nomor WhatsApp biasa. Official mengirim template resmi lewat WhatsApp Business API. Pemula cukup memakai Reguler.
* **Variabel**: kode seperti `{billing_first_name}` yang otomatis diganti dengan data pesanan, misalnya nama depan pembeli.

## Langkah 1: Pasang WatZap dan hubungkan akun

Ikuti [Memasang Plugin WatZap di WordPress](/help/integrations/memasang-plugin-watzap-di-wordpress.md) sampai API Key terhubung dan ada nomor pengirim dengan **Rotasi** menyala. Jika sudah pernah, lewati ke Langkah 2.

## Langkah 2: Pastikan WooCommerce siap

Plugin **WooCommerce** harus terpasang dan aktif. Buka **WatZap » WooCommerce**. Di kanan atas ada pil **Aktif** kalau WooCommerce terdeteksi. Kalau tertulis **Belum aktif**, halaman hanya menampilkan pengingat untuk mengaktifkan WooCommerce dulu.

Untuk kejadian **Pesanan Ditinggalkan**, Kamu juga butuh plugin **CartBounty** (versi gratis atau Pro). Kejadian lain tidak butuh plugin tambahan.

## Langkah 3: Aktifkan pesan untuk pembeli

Halaman ini punya empat tab:

* **Pesan Pembeli** (Buyer Messages): pesan ke nomor pembeli saat status pesanan berubah.
* **Follow Up**: rangkaian pesan susulan untuk pesanan yang belum dibayar.
* **Notifikasi Penjual** (Seller Notifications): pesan ke nomor Kamu sendiri saat ada pesanan masuk.
* **Pengaturan** (Settings): kode negara, persetujuan pembeli, dan nomor penjual.

![Halaman WatZap WooCommerce dengan tab Pesan Pembeli](https://4182233851-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2F5hxDGBLGZN4N69IP4zHp%2Fuploads%2FBt6uouSgR2f04nrfhwKU%2Fwoocommerce-pesan-pembeli.png?alt=media)

### Tab Pesan Pembeli

Ada 8 kejadian yang bisa Kamu aktifkan, masing-masing dengan pesannya sendiri:

| Kejadian                 | Kapan dikirim                                                       |
| ------------------------ | ------------------------------------------------------------------- |
| **Setelah Checkout**     | Pembeli baru saja menyelesaikan checkout                            |
| **Menunggu Pembayaran**  | Status pesanan menjadi *Pending payment*                            |
| **Pesanan Diproses**     | Status pesanan menjadi *Processing*                                 |
| **Pesanan Selesai**      | Status pesanan menjadi *Completed*                                  |
| **Pesanan Dibatalkan**   | Status pesanan menjadi *Cancelled*                                  |
| **Pesanan Direfund**     | Status pesanan menjadi *Refunded*                                   |
| **Pesanan Gagal**        | Status pesanan menjadi *Failed*                                     |
| **Pesanan Ditinggalkan** | Keranjang ditinggalkan tanpa checkout (butuh plugin **CartBounty**) |

Setiap baris punya tombol on/off di kiri, cuplikan isi pesan, dan pil kanal **Reguler** atau **Official**. Baris yang aktif tapi belum diisi ditandai **Aktif tapi belum diisi**, jadi pastikan tidak ada baris dengan tanda itu. Klik baris untuk membuka penyunting.

### Menulis pesan

Penyunting terbagi tiga kolom: daftar kejadian di kiri, isi pesan di tengah, dan **Pratinjau** gelembung WhatsApp di kanan. Di kolom tengah ada saklar **Aktifkan pesan ini** dan tombol **Simpan**.

1. Biarkan kanal pada **Reguler**.
2. Tulis pesan di kolom **Isi pesan**. Tombol **B**, **I**, **S**, dan `</>` memberi format tebal, miring, coret, dan monospace seperti di WhatsApp.
3. Sisipkan data pesanan lewat panel **Variabel**. Klik variabel yang diinginkan, kodenya masuk di posisi kursor. Yang paling sering dipakai: `{billing_first_name}` untuk nama depan pembeli, `{order_id}` untuk nomor pesanan, dan `{total_amount}` untuk total yang harus dibayar. Ada kotak **Cari variabel** untuk menemukan yang lain.
4. Jika ingin menyertakan gambar atau file, isi kolom **Lampiran (URL)** dengan tautan file yang bisa diakses publik. Kosongkan jika pesan hanya teks.
5. Nyalakan saklar **Aktifkan pesan ini**, lalu klik **Simpan**.

![Panel Variabel WooCommerce](https://4182233851-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2F5hxDGBLGZN4N69IP4zHp%2Fuploads%2Fkd3C4bbWjfPmZvr6pJFX%2Fwoocommerce-variabel.png?alt=media)

<details>

<summary>Daftar variabel WooCommerce</summary>

**Produk**

| Variabel                 | Isi                         |
| ------------------------ | --------------------------- |
| `{product_name}`         | Nama produk beserta jumlah  |
| `{product_name_no_qty}`  | Nama produk tanpa jumlah    |
| `{product_instructions}` | Instruksi produk            |
| `{product_digital_link}` | Tautan unduh produk digital |
| `{total_amount}`         | Total yang harus dibayar    |

**Nama dan data penagihan**

| Variabel               | Isi                      |
| ---------------------- | ------------------------ |
| `{billing_first_name}` | Nama depan pembeli       |
| `{billing_last_name}`  | Nama belakang pembeli    |
| `{billing_phone}`      | Nomor HP pembeli         |
| `{billing_email}`      | Email pembeli            |
| `{billing_company}`    | Perusahaan pembeli       |
| `{billing_address_1}`  | Alamat penagihan baris 1 |
| `{billing_address_2}`  | Alamat penagihan baris 2 |
| `{billing_city}`       | Kota penagihan           |
| `{billing_state}`      | Provinsi penagihan       |
| `{billing_postcode}`   | Kode pos penagihan       |
| `{billing_country}`    | Negara penagihan         |

**Nama dan data pengiriman**

| Variabel                | Isi                    |
| ----------------------- | ---------------------- |
| `{shipping_first_name}` | Nama depan penerima    |
| `{shipping_last_name}`  | Nama belakang penerima |
| `{shipping_company}`    | Perusahaan penerima    |
| `{shipping_address_1}`  | Alamat kirim baris 1   |
| `{shipping_address_2}`  | Alamat kirim baris 2   |
| `{shipping_city}`       | Kota tujuan            |
| `{shipping_state}`      | Provinsi tujuan        |
| `{shipping_postcode}`   | Kode pos tujuan        |
| `{shipping_country}`    | Negara tujuan          |
| `{shipping_method}`     | Metode pengiriman      |
| `{order_comments}`      | Catatan dari pembeli   |

**Pesanan**

| Variabel                 | Isi                                            |
| ------------------------ | ---------------------------------------------- |
| `{order_id}`             | Nomor pesanan                                  |
| `{order_date_created}`   | Tanggal pesanan dibuat                         |
| `{payment_method}`       | Nama metode pembayaran                         |
| `{payment_instructions}` | Instruksi pembayaran                           |
| `{product_link}`         | Tautan produk                                  |
| `{product_name_link}`    | Nama produk beserta tautannya                  |
| `{site_url}`             | Alamat situs Kamu                              |
| `{indo_ongkir}`          | Ongkos kirim (plugin Indo Ongkir)              |
| `{indo_ongkir_resi}`     | Nomor resi (plugin Indo Ongkir)                |
| `{ast_no_resi}`          | Nomor resi (plugin Advanced Shipping Tracking) |

**Rekening bank** (dari pengaturan transfer bank WooCommerce)

| Variabel                                               | Isi                                            |
| ------------------------------------------------------ | ---------------------------------------------- |
| `{all_bank_account}`                                   | Semua rekening sekaligus                       |
| `{bank_name1}`, `{account_name1}`, `{account_number1}` | Nama bank, pemilik, dan nomor rekening pertama |
| `{bank_name2}`, `{account_name2}`, `{account_number2}` | Rekening kedua                                 |
| `{bank_namex}`, `{account_namex}`, `{account_numberx}` | Rekening ketiga dan seterusnya                 |

Variabel `{billing_cpf}`, `{billing_cnpj}`, `{billing_rg}`, dan `{billing_ie}` adalah data pajak Brasil dan kosong di Indonesia.

</details>

<details>

<summary>Opsional: kirim lewat kanal Official (WABA)</summary>

Kanal Official hanya bisa mengirim **template yang sudah disetujui Meta**. Syaratnya: [nomor WABA sudah terhubung](/help/waba-official/cara-connect-nomor-waba-official.md) dan [ada template yang disetujui](/help/waba-official/cara-membuat-template-waba-official.md). Pilihan kanal berlaku per kejadian, jadi Kamu bisa mengirim "Setelah Checkout" lewat Official dan "Pesanan Selesai" lewat Reguler.

1. Klik **Official (WABA)**. Daftar **Template disetujui** muncul lengkap dengan nama, kategori (**Pemasaran**, **Utilitas**, atau **Autentikasi**), dan cuplikan isinya. Template yang belum bisa dipakai plugin ditandai **Belum didukung**.
2. Pilih template. Pratinjau di kolom kanan langsung menampilkan header, isi, footer, dan tombolnya.
3. Di bagian **Isi parameter**, pasangkan tiap parameter template dengan **Variabel** WooCommerce atau **Teks tetap**. Parameter dibagi sesuai posisinya di template: **Header**, **Isi pesan**, dan **Tombol**.
4. Pastikan semua parameter terisi. WhatsApp menolak template dengan parameter kosong, dan plugin tidak mengizinkan pesan diaktifkan selama masih ada yang kosong.
5. Nyalakan saklar, lalu klik **Simpan**.

![Penyunting WooCommerce pada kanal Official: template terpilih dan pemetaan parameter ke variabel](https://4182233851-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2F5hxDGBLGZN4N69IP4zHp%2Fuploads%2F8RA8kCGYJp2B5zrpjfFe%2Fwoocommerce-penyunting-official.png?alt=media)

Jika template yang sudah dipilih dihapus atau ditolak di Meta, pilnya berubah menjadi **Tidak ditemukan** dan pesan tidak terkirim. Buka kembali kejadian itu dan pilih template lain.

</details>

## Langkah 4: Follow Up, notifikasi penjual, dan pengaturan

### Tab Follow Up

Rangkaian **Follow Up 1** sampai **Follow Up 7** untuk pesanan yang belum dibayar. Tiap follow up punya jeda sendiri yang dihitung dari follow up sebelumnya.

![Tab Follow Up berbentuk garis waktu](https://4182233851-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2F5hxDGBLGZN4N69IP4zHp%2Fuploads%2FIiN3PGiagzo8u0kNhHaU%2Fwoocommerce-follow-up.png?alt=media)

Buka salah satu follow up, lalu di bagian **Jeda pengiriman** atur **Jumlah** (1 sampai 20) dan **Satuan** (**Jam** atau **Hari**). Tulis pesannya seperti biasa, nyalakan, dan simpan. Di kepala daftar tampil total durasi rangkaian yang aktif, misalnya **Rangkaian berjalan 3 hari**.

### Tab Notifikasi Penjual

Tujuh kejadian yang sama dengan Pesan Pembeli, kecuali Pesanan Ditinggalkan, tetapi dikirim ke nomor Kamu sendiri sebagai penjual. Nomor tujuannya diambil dari **Nomor tujuan notifikasi** di tab Pengaturan. Kalau belum diisi, di kepala daftar muncul peringatan **Nomor tujuan belum diisi**.

![Tab Notifikasi Penjual](https://4182233851-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2F5hxDGBLGZN4N69IP4zHp%2Fuploads%2FONAQBmSoVyEA4IeGlfRO%2Fwoocommerce-notifikasi-penjual.png?alt=media)

### Tab Pengaturan

* **Kode negara bawaan**: dipakai saat pembeli mengisi nomor tanpa kode negara. Biarkan **+62** untuk Indonesia.
* **Tampilkan pemilih kode negara di formulir checkout**: menambahkan pemilih bendera pada kolom telepon di checkout WooCommerce.
* **Minta persetujuan pembeli sebelum mengirim WhatsApp**: menambahkan kotak centang persetujuan di halaman checkout. Teksnya bisa diubah di kolom **Teks persetujuan**.
* **Nomor tujuan notifikasi**: daftar nomor penjual yang menerima Notifikasi Penjual. Tulis dengan kode negara tanpa tanda plus, misalnya `62812xxxxxxx`. Klik **Tambah nomor** untuk menambah penerima.

![Tab Pengaturan WooCommerce](https://4182233851-files.gitbook.io/~/files/v0/b/gitbook-x-prod.appspot.com/o/spaces%2F5hxDGBLGZN4N69IP4zHp%2Fuploads%2FBID2kNBwi49tj6dTiNY2%2Fwoocommerce-pengaturan.png?alt=media)

Setelah mengubah pengaturan, klik **Simpan** di bar yang muncul di bagian bawah.

## Langkah 5: Uji coba

1. Nyalakan minimal kejadian **Setelah Checkout** di tab Pesan Pembeli.
2. Buat pesanan percobaan di toko Kamu dengan nomor WhatsApp Kamu sendiri sebagai pembeli.
3. Dalam beberapa detik, pesan masuk ke WhatsApp Kamu. Jika Notifikasi Penjual aktif, nomor penjual juga menerima pesan. Untuk kanal Official, angka **Diterima** dan **Sampai** di tab **WhatsApp Official** pada halaman WhatsApp Numbers ikut bertambah.

Kalau pesan tidak masuk, cek satu per satu:

* Kejadian yang dimaksud sudah **aktif** dan isi pesannya tidak kosong.
* Nomor telepon pembeli terisi di checkout, dan opsi **Minta persetujuan pembeli** kalau aktif memang dicentang pembeli.
* Di **WatZap » WhatsApp Numbers**, nomor pengirim berstatus **Tersambung** dan **Rotasi** menyala.
* Masih gagal? Lihat [Solusi Kendala Kirim Pesan via API](/help/integrations/solusi-kendala-kirim-pesan-via-api.md). Log pengiriman plugin tersimpan di folder `wp-content/uploads/watzap-logs/` pada hosting Kamu.

Lihat juga: [Integrasi dengan Sejoli](/help/integrations/integrasi-dengan-sejoli.md).
