Integrasi dengan WooCommerce
Dengan integrasi ini, toko Kamu mengirim pesan WhatsApp otomatis ke pembeli setiap kali status pesanan berubah, mulai dari setelah checkout, menunggu pembayaran, diproses, selesai, sampai dibatalkan atau direfund. Kamu juga bisa membuat rangkaian Follow Up untuk pesanan yang belum dibayar dan menerima notifikasi ke nomor penjual setiap ada pesanan masuk.
Ringkasan alur (sekitar 20 menit):
Pasang WatZap dan hubungkan akun. Ini cukup sekali untuk semua integrasi.
Pastikan WooCommerce aktif.
Aktifkan dan tulis pesan per kejadian di WatZap » WooCommerce.
Atur Follow Up, notifikasi penjual, dan pengaturan nomor.
Uji coba.
Untuk gambaran umum, Kamu bisa cek video berikut. Tampilan di video masih memakai plugin versi lama, jadi ikuti langkah tertulis di bawah untuk plugin versi terbaru.
Istilah yang akan Kamu temui
Kejadian: momen yang memicu pesan, misalnya status pesanan berubah menjadi Processing. Tiap kejadian punya pesannya sendiri dan bisa dinyalakan atau dimatikan.
Kanal Reguler dan Official (WABA): Reguler mengirim teks bebas dari nomor WhatsApp biasa. Official mengirim template resmi lewat WhatsApp Business API. Pemula cukup memakai Reguler.
Variabel: kode seperti
{billing_first_name}yang otomatis diganti dengan data pesanan, misalnya nama depan pembeli.
Langkah 1: Pasang WatZap dan hubungkan akun
Ikuti Memasang Plugin WatZap di WordPress sampai API Key terhubung dan ada nomor pengirim dengan Rotasi menyala. Jika sudah pernah, lewati ke Langkah 2.
Langkah 2: Pastikan WooCommerce siap
Plugin WooCommerce harus terpasang dan aktif. Buka WatZap » WooCommerce. Di kanan atas ada pil Aktif kalau WooCommerce terdeteksi. Kalau tertulis Belum aktif, halaman hanya menampilkan pengingat untuk mengaktifkan WooCommerce dulu.
Untuk kejadian Pesanan Ditinggalkan, Kamu juga butuh plugin CartBounty (versi gratis atau Pro). Kejadian lain tidak butuh plugin tambahan.
Langkah 3: Aktifkan pesan untuk pembeli
Halaman ini punya empat tab:
Pesan Pembeli (Buyer Messages): pesan ke nomor pembeli saat status pesanan berubah.
Follow Up: rangkaian pesan susulan untuk pesanan yang belum dibayar.
Notifikasi Penjual (Seller Notifications): pesan ke nomor Kamu sendiri saat ada pesanan masuk.
Pengaturan (Settings): kode negara, persetujuan pembeli, dan nomor penjual.

Tab Pesan Pembeli
Ada 8 kejadian yang bisa Kamu aktifkan, masing-masing dengan pesannya sendiri:
Setelah Checkout
Pembeli baru saja menyelesaikan checkout
Menunggu Pembayaran
Status pesanan menjadi Pending payment
Pesanan Diproses
Status pesanan menjadi Processing
Pesanan Selesai
Status pesanan menjadi Completed
Pesanan Dibatalkan
Status pesanan menjadi Cancelled
Pesanan Direfund
Status pesanan menjadi Refunded
Pesanan Gagal
Status pesanan menjadi Failed
Pesanan Ditinggalkan
Keranjang ditinggalkan tanpa checkout (butuh plugin CartBounty)
Setiap baris punya tombol on/off di kiri, cuplikan isi pesan, dan pil kanal Reguler atau Official. Baris yang aktif tapi belum diisi ditandai Aktif tapi belum diisi, jadi pastikan tidak ada baris dengan tanda itu. Klik baris untuk membuka penyunting.
Menulis pesan
Penyunting terbagi tiga kolom: daftar kejadian di kiri, isi pesan di tengah, dan Pratinjau gelembung WhatsApp di kanan. Di kolom tengah ada saklar Aktifkan pesan ini dan tombol Simpan.
Biarkan kanal pada Reguler.
Tulis pesan di kolom Isi pesan. Tombol B, I, S, dan
</>memberi format tebal, miring, coret, dan monospace seperti di WhatsApp.Sisipkan data pesanan lewat panel Variabel. Klik variabel yang diinginkan, kodenya masuk di posisi kursor. Yang paling sering dipakai:
{billing_first_name}untuk nama depan pembeli,{order_id}untuk nomor pesanan, dan{total_amount}untuk total yang harus dibayar. Ada kotak Cari variabel untuk menemukan yang lain.Jika ingin menyertakan gambar atau file, isi kolom Lampiran (URL) dengan tautan file yang bisa diakses publik. Kosongkan jika pesan hanya teks.
Nyalakan saklar Aktifkan pesan ini, lalu klik Simpan.

Langkah 4: Follow Up, notifikasi penjual, dan pengaturan
Tab Follow Up
Rangkaian Follow Up 1 sampai Follow Up 7 untuk pesanan yang belum dibayar. Tiap follow up punya jeda sendiri yang dihitung dari follow up sebelumnya.

Buka salah satu follow up, lalu di bagian Jeda pengiriman atur Jumlah (1 sampai 20) dan Satuan (Jam atau Hari). Tulis pesannya seperti biasa, nyalakan, dan simpan. Di kepala daftar tampil total durasi rangkaian yang aktif, misalnya Rangkaian berjalan 3 hari.
Tab Notifikasi Penjual
Tujuh kejadian yang sama dengan Pesan Pembeli, kecuali Pesanan Ditinggalkan, tetapi dikirim ke nomor Kamu sendiri sebagai penjual. Nomor tujuannya diambil dari Nomor tujuan notifikasi di tab Pengaturan. Kalau belum diisi, di kepala daftar muncul peringatan Nomor tujuan belum diisi.

Tab Pengaturan
Kode negara bawaan: dipakai saat pembeli mengisi nomor tanpa kode negara. Biarkan +62 untuk Indonesia.
Tampilkan pemilih kode negara di formulir checkout: menambahkan pemilih bendera pada kolom telepon di checkout WooCommerce.
Minta persetujuan pembeli sebelum mengirim WhatsApp: menambahkan kotak centang persetujuan di halaman checkout. Teksnya bisa diubah di kolom Teks persetujuan.
Nomor tujuan notifikasi: daftar nomor penjual yang menerima Notifikasi Penjual. Tulis dengan kode negara tanpa tanda plus, misalnya
62812xxxxxxx. Klik Tambah nomor untuk menambah penerima.

Setelah mengubah pengaturan, klik Simpan di bar yang muncul di bagian bawah.
Langkah 5: Uji coba
Nyalakan minimal kejadian Setelah Checkout di tab Pesan Pembeli.
Buat pesanan percobaan di toko Kamu dengan nomor WhatsApp Kamu sendiri sebagai pembeli.
Dalam beberapa detik, pesan masuk ke WhatsApp Kamu. Jika Notifikasi Penjual aktif, nomor penjual juga menerima pesan. Untuk kanal Official, angka Diterima dan Sampai di tab WhatsApp Official pada halaman WhatsApp Numbers ikut bertambah.
Kalau pesan tidak masuk, cek satu per satu:
Kejadian yang dimaksud sudah aktif dan isi pesannya tidak kosong.
Nomor telepon pembeli terisi di checkout, dan opsi Minta persetujuan pembeli kalau aktif memang dicentang pembeli.
Di WatZap » WhatsApp Numbers, nomor pengirim berstatus Tersambung dan Rotasi menyala.
Masih gagal? Lihat Solusi Kendala Kirim Pesan via API. Log pengiriman plugin tersimpan di folder
wp-content/uploads/watzap-logs/pada hosting Kamu.
Lihat juga: Integrasi dengan Sejoli.
Last updated
